MADING 3D ‘THE SHIP’

Posted: 03/14/2011 in remaja

jadi, ceritanya ini adalah proyek mading kedua. jauh lebih baik, karena:

1. persiapan matang

2. cukup punya pengalaman

3. pengerjaannya yang lebih punya waktu banyak (namanya juga anak pondok, temen2nya kan ketemu seharian hehe)

4. dana di supply dari pondok (FULL)

5. dibantu doa dan tenaga anak sepondok hehehe *lebay

mading 'on the spot' muka sumpek pas ngerjain madin g, wew =.=

mading 'on the spot' muka sumpek pas ngerjain madin g, wew =.=

 

cerita kedua: ini lomba yang ngadain UNAIR dalam rangka festival santri se jatim

seneng bisa ketemu banyak santri di luar sana (dungaren bangga jadi santri -___-), sempet minder awalnya karena liat banyak pesaing yang keren-keren

akhirnya waktu istirahat, makan jugaa

akhirnya waktu istirahat, makan jugaa

cerita ketiga: mading kami yang punya nama ‘THE SHIP’ ini lahir karena banyak hal, mulai dari musyawarah malam, (antara putra-putri musti berbicara di balik tabir, namanya juga anak pondok !), sampai perdebatan dan perang dingin antara kedua belah pihak. yang putri maunya gini, yang putra maunya gitu, heh

'THE SHIP' akhirnya jadii :)

'THE SHIP' akhirnya jadii :)

cerita selanjutnya: jadi juga sih, meskipungak optimis menang. berangkat ke surabaya naik mobil berbelasan orang. sumpek kudu munek-munek. sesampainya di UNAIR (sempet nyasar ke gedung A dan B), lombapun dimulai. namanya juga mading on the spot, jadi disana dikasih waktu 4 jam utk menyempurnakan mading.

the last story: tiba juga saat pengumuman pemenang. pondokku mengirimkan 3 kategori lomba, yang lomba CCQ dan Qiraatul Kutub belum mendapatkan nominasi (kasarannya kalah). dag dig dug menunggu, akhirnya pondok nurul huda mergosono dengna mading 3d nya berbentuk kapal ‘MENAAAAANG juara 2′

alhamdulillah :)

pagi tak seindah dunia mimpi

Posted: 03/10/2011 in remaja

assalamualakum..

*karena gak bisa buat judul, jadi maaf kalau terkesan lebay, hehe

22.00-23.30 rabu malam

menemani mbak aza ke warnet pondok, sampai di kamar semua anak sudah tidur, menyempatkan baca komik serial sherlock holmes, nguantuk langsung tidur . belajar? yo gak taa hehe

04.30 kamis shubuh

mbak ida a.k.a keamanan pondok keliling utk gugah-gugah (membangunkan, red.). Niat nakal, gak ikut jamaah shubuh dg alasan ngantuk, sholat sendiri di kamar. langsung cabut ke rumah gak ikut ngaji pagi. wew! *ingat akan seragam olahraga yang masih di rumah

06.00

sesampai di rumah, mbulet menyiapkan ini itu, dan baru berangkat jam 06.15 padahal perjalan yg harus ditempuh dg mobil eksekutif GA sekitar 30 menit. itupun kalau supirnya patas. Walhasil TELAT

setelah berpikir cukup lama dengan memandang gerbang sekolah yang telah terkunci, akhirnya kuputuskan meninggalkan teman-teman senasib utk merantau pulang lagi. Alasannya, ini adalah telat yang ke-5 kalinya, dimana sang tersangka, millah (bukan nama sebenarnya) baru diperbolehkan mengikuti pelajaran jam ke-5. padahal, hari ini sekolah usai setelah jam ke 6. daripada cuman ikut 2 jam pelajaran, belum lagi suruh lari putar tugu 2 kali, akhirnya jalan ke stasiun menunggu angkot GA jurusan gadang, hehehehe

di angkot

seorang nenek naik, duduk sebelahku dan tersenyum manis, semanis hatiku *opo se??. terjadi percakapan singkat :

nenek : turun mana nak?

tersangka : turun Kacuk

nenek : sekolah mana?

tersangka : berpikir keras tentang suatu muslihat, “mumpung lagi pake baju olahraga kan gak ketahuan”. SMA 3 nek. Ups, sejak kapaan SMA 3 di kacuk?

nenek : itu di tugu kan? kok turun kacuk

tersangka : ini mau ke rumah nek, sekolahnya libur

nenek : kenapa?

tersangka : yang kelas 3 ujian, jadi yang kelas 1 sama 2 nya diliburkan. Tieeet, pelo !!

nenek : ohh.. sambil memandangi tersangka yang jelas jelas memakai sepatu, tas, juga membawa raket bulu tangkis

dan akhirnya sang nenek turun, diikuti tersangka beberapa detik kemudian

di rumah 08.06

ayah : loh, kamu kok wes pulang?

tersangka : menceritakan semuanyaa

ayah : kok bisa sering telat gitu se kamu?

ibuk : membela tersangka. Salah siapa gak mau nganterin

tersangka : bersorak dalam hati, thanks mom :*

ibuk : mumpung kamu di rumah, tuh setrikaan baju numpuk

tersangka : hyaaa, okelah kalo begitu

 

dan berakhirlah pagi yang tak seindah mimpi semalam. padahal mambengi yo gak ngipi opo-opo

wassalamualaikum..


juara??
seneng banget,,bener gak sih?? orientasi nyata dari sekolah itu kan??
tapi gmana kalo dapet nilai gak pernah bagus, dapet remidi terus..

mmm…ini cerita kecilku, berdasar pengalamanku kemaren.. moga bermanfaat, dan temen-temen bisa ambil hikmahnya..

seperti layaknya peajar SMU biasa, hal nomer 2 setelah bersenang-senang dengan teman adalah berburu nilai. perburuan satu ini bukan karena sebab. namun punya motif bermacam-macam (kayak kasus pembunuhan aja..hhehe). bisa karena paksaan ortu, kediktatran guru, atau pelajar itu sendiri yang obsesei akan nilai. termasuk aku.

awal masuk SMA, dengan bangganya aku menjadi siswa salah satu SMA favorit di Malang. proses yang berlangsung setengah tahun membuatku semakin bangga. karena apa?? prestasi di kelas yang membanggakan. seperti halnya UTS semester 1, aku dapet juara 2.. seuatu yang gak aku sangka. ke’serakah’an dan ke’gengsi’an sebagai manusia muncul. untuk tahun depan, harus bisa dapet juara lagi, dan aku pasti bisa.

harapan menggantung tinggi, ikhtiyar (baca: usaha) aku rasa udah. cukup sebgai pelajar yang didoktrin ini itu, diberi tumpukan tugas, dan satu lagi statusku yang terkadang membuatku tidak ikhlas, aku adalah seorang santri , yang gak pinter-pinter amat, yang harus bisa berbagi waktu antara sekolah dan pesantren. doa?? ke’sombong’anku juga tumbuh. aku kan santri, do’a ortu pasti lebih mujarab, dan banyak juga yang do’ain aku. ini lo…aku…

bismillah, UTS semester 2 tiba. satu minggu aku tidur jam 12 lewat, gak belajar pelajaran pesantren, inilah kesalahanku. NYEPELEHIN !! banyak orang yang bilang kalo ingin sempurna semua hal jelas gak mungkin, jadi harus ada yang dikorbanin. tapi, salahku.. aku harus ngorbanin dengan cara yang… uh… harapannya sih, untuk sekolah aku bisa dapet hasil baik lagi.

ujian usai, pengumuman remidi ditempelin, dan tahukah … mata pelajaran apa aja aku yang kena?? biologi, kimia, fisika, english, geografi. pertama kali dalam sejarah.. seketika itu, aku gak mau makan, aku verita ke temen-temen, aku nangis, mencerca diriku, dan..akhirny, tidak ada sesuatupun yang berubah. mengharap keajaiban datang juga kemungkinan kecil. gengsi?? memang bis membantu?? semua udah terjadi kan?? ini lo..akibat ke’bodoh’an ‘MENTALKU’

saat aku menuliskan cerita ini, aku masih belum tahu pengumuman 6 pelajaran yang lain. aku hanya pasrah dan menguatkan diriku. ada kalanya orang harus diuji, berarti Tuhan sayang. bersabar, qanaah (baca : menerima) dan meningkatkan semuanya, do’a, belajar. dan meluruhkan penyakit hati, sombong, gengsi, serakah..

semoga kisah ini, bisa diambil pelajarannya..amin..

warnet nuha

mading 3D = C.o.B

part 2

27 Maret 2010, MOG

pagi sedari jam 6 sampai 9 malang, madingku dan mading-mading lain udah mampang di MOG..

satu kata pertama yang terucap saat itu adalah, KALAH..

bisa bayangin??madingku lumayan buruk rupa, sedangkan lawanku yang sekarang jadi temanku memunyai karya yang keren, mading mereka. “Okelah, konsep emang boleh jadi juara, tapi realitanya jangan harap mil…” bisikku.

Mencoba ikhlas, sabar dan qanaah. kata temen-temenku, ini adalah karya terbaik yang pernah aku dan 2 sahabatku buat.

Jam 10 acara dimulai, MOG mulai diamaikan pengunjung, begitu juga yang datang ke Gudang Gedhang. Saat itu tim madingku masih sama-sama canggung dengan tim lain, walhasil setelah semua sama-sama capek akibat berdiri dan memresentasikan mading tehadap setiap pengunjung, saling terucap kalimat pertemanan antara kita. Sekolahku, SMA St.Maria, SMA 10, SMK 4, SMA 4.

Tapi, yang ngebuat aku terkesan saat itu adalah ternyata karyaku tidak jelek. Banyk apresiasi posotif dai pengunjung,,dan tahukah teman? seoang pria yang tak kukenal menyapaku , manggil namaku, memberikan saran atas apa yang aku kerjakan. Siapa dia? aku tak tahu.

setelah insiden itu, aku optimis bahwa aku pulang tak membawa kekecewaan teerhadap semua yang udah ngedukung aku.

saatnya pengumuman, sayang..aku haus pulang telebih dulu. nggak sabar rasanyam alu sms ke2 sahabatlu. Gimana?? alhamdulillah,,,

“selamat mil, dapet juara 2″

thanks god, you always hear my hopes …

and, for you,,i dont know you ..but i just say,, thanks

wanet Nuha

oh mading 3d ku,,

Posted: 03/28/2010 in motivasi

part 1

tahu mading 3 dimensi? itu loh,,mading yang punya bentuk ruang, yang dimodifikasi dengan berbagai wujud, sangat artistik. nah,,ini adalah kali pertama aku mengikuti lomba 3d.  awalnya cuman iseng, tapi berlanjut dech. Gini ceritanya, SMA 3, biasalah, banyak poster-poster pengumuman lomab tercecer sana dan sini. Ada satu yang menarik perhatian temenku, bukan ‘aku’. Yaitu lomba yang diadakan mahasiswa gizi FKUB. Temanya tentang pisang, jadi buatnya ya gak jauh-jauh dari pisang itu tadi. Weleh..weleh.. opo ae iki? Tapi temenku maksa. “gapapa wes, kamu kan anak B.Pers, sedikitnya tahu masalah mading”-B.Pers adalah nama ekskul jurnalis di sekolahku- apa-apa an ini, pikirku

mencoba ikut, cuman bayar 30000 per kelompok yang ada 3 orang. ikut technical meeting pertama, ternyata kita cuman disuruh bikin konsep mading yang akan kita buat .O..ini lomba konsep ta? pikir kita bertiga. dengan waktu 2 minggu, kami memanfaatkan untuk membuat konsep sedemikian rupa, tanpa memerhitungkan gimana rupa mading sebenarnya. Hari penyisihan pun tiba, ada sekitar 20 kelompok yg masing-masing keren dengan konsepnya..Udah putus asa rasanya..Apalagi dipicu hari-hari pemantapan konsep kemaren, banyak perseteruan. Temenku gak bisa kompak, lebih individualis. Yaudahlah..

ternyata, kelompok kita yang punya nama C.o.B bisa lolos 5 besar, alhamdulillah,,kita bertekad bisa membuat karya hebat sesuai konsep yang uda dinilai sangat tinggi. dan semoga, perseteruan gak ada lagi.

Ada waktu buat bekerja selama 3 minggu, cukup lama. tapi, gak bagi kita yang punya jam sekolah full day. Berusaha, berjuang, dan berkorban. habis tenaga banyak, pikiran lelah, duit gak sedikit. elum lagi, ada keganjalan hati, kita belum benar-benar kompak. fiuh!! saat itu aku bener-bener kesel n benci ma seorang temanku.

H-1 minggu, monumen pisang kita blm jadi, hampir struk aku, belum lagi saat liburan 5 minggu, temenku gak bisa diajak kerja dengan sebab pulang kampung. Bertambah putus asaku. Dorongan dan semagat dari keluarga yang mbuat aku masih bisa bertahan (Lebay mode)

H-1 hari, semua temenku bisa kumpul, Udah jadi sih, mading kita. Tapi aku males ngliatnya. Ini adalah mading 3d terjelek yang pernah aku tahu. Hancur! Pagi jam 6 diantar ke MOG. Sungguh aku gak PD menampilkan mading C.o.B kita. Biarlah, aku dan timku udah maju sejauh ini, apa harus berhenti? Semoga sehari di MOG ini aku dapet hasilnya..Semoga

..curhat..

Posted: 01/09/2010 in remaja
Tag:,

assalamualaikum teman…

ini curhat.an pelajar bodoh…

gga penting,,,ga pelu d comment..tapi biarlah,,,tangan ini lagi mau bercerita,,mengetikkan secarik kata (bener ga sih??)

lama banget aku ga ngunjungin blog aku,,,kurasa-rasa tulisan d blog ak kmren bner-bner ga enak buat dibaca (kaku kali ya…), skrang aku cman mau berbagi, ama kalian yang mau jadi temenku,,. (may be…temen maya ku)

lulus dai MTs.n malang 3..aku ambil keputusan bwat skul di SMAN 3 Malang…

impian yg semula timbul dari rasa kebanggaan (fiuh…ga baek banged),,..cuman berdua ma temenku..(ga penting sapa namanya..wakaka),,dan bagusnya lagi aku ma dya , sekelas..

skula MTs nyenengin bnged (lebay ya??),,meskipun aku mondok,tapi aku masi ngerasa santai bnged,,,selain uda banyak temen yg sama-sama ngerasa nikmatnya skula + mondok…selain itu pikiran bodoh  yang nganggap diri serba bisa (sombong T.T)…ga tau dan ga mau tau apa yg bkalan ku adepin ntar . di MTs, aku punya sekumpulan teman..ber 6 awalnya trus gugur jadi 5, atau bahkan terakhir cuman 4 orang ..(yah…biasalah gank anak ingusan) punya nama gankster FALISA…aku atau mereka yang gak ak sebutin namanya jga ngerasain hal yang sama..well,,lulus dg hal yang ku anggap senpurna..(alhamdulillah)

SMA dateng,,dan blar…lamunan nan angan-angan ku buyar..ini tantangan..ketemu temen-temen yg bagiku mereka begitu luar biasa…pinter–cerdas–keren–ah..entahlah..dan aku ngerasain hal yg baru, skula baru, temen baru, pondok jga baru…inila tangtanganku 3 tahun ke depan,,,, yg setaun ini kujalanin bareng-bareng ma temen SCIENTIST yang bagiku mereka luar biasa…belajar dari temen MTs ku yg ngajarin aku bnyk hal (thanks so much… i luph u all) atapun bersama teman-teman NUHA, as-syifa,. dan semua temenku..melukis bersama dalam kanvas dan dengan tinta yg udah DIA persembahkan khusus bagi aku dan semua temanku,,,atau kalian,,,

wassalamualaikum…

warnet nuha, 9 januari 2010

Malam bergema, takbir saling sahut ari surau satu ke surau lainnya.Malam yang akan membuat hati kita  merasakan euforia yang tak terkira. Baik bagi yang rajin puasa maupun yang ala kadarnya. Malam menjelang pagi yang membuat hati suka cita, karena tiap mata mapologizeelihat…yang ada baju baru, sandal baru, makanan mewah yang memenuhi dapur mama, beramplop-amplop angpau, dan haru biru karena ucapan maaf begitu akrab di telinga. Tapi pernahkah kita memikirkan, dapat apa kita di hari itu? Sesuatu yang special dari Tuhan, dari Allah Azza Wajalla. Sesuatu yang akan kita bawa sampai akhirat kelak. Terngiangkah kita, suatu perubahan yang nantinya terpatri dalam jiwa. Perubahan besar seusai menjalankan ibadah di bulan yang penuh rahmat, bulan umat Muhammad, bulan yang penuh berkat. Ramadhan.

Makna idul fitri pasti sudah tak asing lagi. Yakni hari kemenangan setelah berperang melawan setan berupa hawa nafsu. Sebenarnya dengan kalimat ini, akan timbul berbagai macam pertanyaan, yang memang cukup masuk akal. Salah satunya, mengapa kita harus senang karena peperangan melawan setan “usai”?

Idul fitri pada hakikatnya adalah dikembalikannya kita oleh Allah untuk menjadi hamba yang fatharaa. Secara harafiah fathara bisa berarti “yang mula-mula diciptakan oleh Allah SWT”, yang mana awal manusia diciptakan pada fitrahnya mempunyai ikatan primordial yang merupakan pengakuan ketuhanan pada-Nya.

Makna inilah yang seharusnya kita dalami dan hayati, kita eksplorkan menjadi makna yang lebih mendalam “kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci, seperti halnya baru saja dilahirkan dari rahim ibu.” Secara bertahap, kelahiran kembali ini berarti seseorang muslim yang selama sebulan melewati ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali ber”islam”. Islam yang suci, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari dosa dan kemaksiatan.

Idul Fitri berarti pula kembali pada naluri kemanusiaan yang murni, kembali pada warna hidup yang lurus, dan kembali dari segala tingkah busuk yang bertolak belakang dari sifat fitrah manusia yang baru dilahirkan. Inilah makna yang seharusnya kita jalani betul.

Maka, menjadi kesalahan besar apabila idul fitri bermakna menang karena telah dibebaskannya untuk makan dan minum lagi, dalam kata lainnya “balas dendam”? Atau untuk berbuat maksiat lagi setelah dilarang dan ditinggalkan pas bulan ramadhan. Kemudian karena ramadhan sudah usai, maka beramai-ramailah kemaksiatan. Inilah yang menjadikan manusia menjadi hamba shaleh musiman. Setahun sekali untuk menjadi hamba yang diridlai-Nya. Padahal kesempatan dan umur hanya Allah yang tahu…  Naudzubillah…

*KHALIFAH GILA?*

Posted: 10/18/2009 in akhlak-agama

Memang betul, Khalifah Umar bin Khathab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali karena Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa.

Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan salat. Dan tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lain yang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahwa Umar bin Kaththab sudah gila?

Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab, merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hampir semua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan, sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara.

Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan salat Jum’at yang lalu, ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khotbahnya, sekonyong-konyong Umar berseru, “Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukit itu, bukit itu!” Jemaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan isi khotbah yang disampaikan. “Wah, khalifah kita benar-benar sudah gila,” gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum salat Jumat hari itu.

Tetapi Abdurrahman tidak mau bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apa sebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya,”Wahai Amirul Mukminin. Mengapa engkau berseru-seru di sela-sela khotbah engkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan?” Umar dengan tenang menjelaskan, “Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkan Suriah, pasukan tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaum pengacau. Tatkala aku sedang berkhotbah, kulihat pasukan itu dikepung musuh dari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankandiri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu, bukit itu, bukit itu!”

Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. “Lalu, mengapa engkau dulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan salat fardhu?” tanya Abdurrahman pula. Umar menjawab, “Aku menangis kalau teringat kebiadabanku sebelum Islam. Aku pernah menguburkan anak perempuanku hidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubikin patung dari tepung gandum, dan kusembah-sembah seperti Tuhan.”

Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belum bisa menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justru lebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau? Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjid tempatnya berkhotbah?

Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Yaitu manakala sariah yang kirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binar meskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas luka yang diderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.

Komandan pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakat Madinah tentang dasyatnya peperangan yang dialami mereka. “Kami dikepung oleh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat. Lawan secara beringas menghantam kami dari berbagai jurusan. Kami sudah luluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat salat Jumat yang seharusnya kami kejakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuah seruan gaib yang tajam dan tegas: “Bukit itu, bukit itu, bukit itu!” Tigakali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya. Serta-merta kami pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itu sebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapi serangn tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan kami.”

Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pula masyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan. Abdurrahman kemudian berkata, “Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahi adat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melacaknya”

Dari buku Kisah Teladan – K.H. Abdurrahman Arroisi

Pertunjukan Akhir

Posted: 06/12/2009 in motivasi
Tag:

Seorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencari anak ular yang akan dilatih bermain sirkus. Beberapa hari kemudian, ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ular itu dibelitkan pada kakinya. Setelah ular itu menjai besar, dilatih untuk melakukan permainan yang lebih berbahaya, di antaranya membelit tubuh pelatihnya.

Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukan untuk umu. Hari demi hari jumlah penontonnya semakin banyak. Uang yangditerimanya semakin besar. Suatu hari, permainan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih berganti. Semua penonton tidak putus-putusnya bertepuk tangan menyambut setiap pertunjukan. Akhirnya, tibalah acara yang mendebarkan, yaitu permainana ular. Pemain sirkus memerintahkan ular itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa yang diperintahkan. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi sedikit pada tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya.pemain sirkus kesakitan. Oleh karena tu ia lalu memerintahkan agar ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi panik, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengan dari pemain sirkus itu, akhirnya ia meninggal.

Renungan :

Kadang-kadang dosa terlihat tidak membahayakan. Kita merasatiak terganggu dan mampu mengendalikannya. Bahkan kita merasa sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi kenyataannya, apabila dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar dapat melepaskan diri lagi daripadanya.

Sumber: Motivasi net Ir.Andi Muzaki, SH,MT

Ketika dua cermin saling berhadapan, muncul pantulan yang tak terhingga. Begitulah bila anda mau bercermin pada diri sendiri. Akan anda temukan bayangan yang tak terhingga. Bayangan itu adalah kemampuan yang luar biasa, keterbatasan yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri. Berkacalah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.

Singkirkan cermin diri orang lain. Di sana hanya terlihat kekurangan dan kelemahan anda yang akan memupuk ketidakpuasan saja. Dan ini akan menjerumuskan anda dalam jurang kekecewaan.

Anda bukan oranmg lain. Anda adalah anda yang memiliki jalan keberhasilan sendiri. Mulailah hari ini dengan menatap wajah anda. Carilah bayangan yang tak terhingga itu. Di sana ada kekuatan yang akan membawa anda ke puncak keberhasilan.

Sumber: Motivasi net Ir.Andi Muzaki, SH,MT