Idul Fitriku..Maknai Hatiku

Malam bergema, takbir saling sahut ari surau satu ke surau lainnya.Malam yang akan membuat hati kita  merasakan euforia yang tak terkira. Baik bagi yang rajin puasa maupun yang ala kadarnya. Malam menjelang pagi yang membuat hati suka cita, karena tiap mata mapologizeelihat…yang ada baju baru, sandal baru, makanan mewah yang memenuhi dapur mama, beramplop-amplop angpau, dan haru biru karena ucapan maaf begitu akrab di telinga. Tapi pernahkah kita memikirkan, dapat apa kita di hari itu? Sesuatu yang special dari Tuhan, dari Allah Azza Wajalla. Sesuatu yang akan kita bawa sampai akhirat kelak. Terngiangkah kita, suatu perubahan yang nantinya terpatri dalam jiwa. Perubahan besar seusai menjalankan ibadah di bulan yang penuh rahmat, bulan umat Muhammad, bulan yang penuh berkat. Ramadhan.

Makna idul fitri pasti sudah tak asing lagi. Yakni hari kemenangan setelah berperang melawan setan berupa hawa nafsu. Sebenarnya dengan kalimat ini, akan timbul berbagai macam pertanyaan, yang memang cukup masuk akal. Salah satunya, mengapa kita harus senang karena peperangan melawan setan “usai”?

Idul fitri pada hakikatnya adalah dikembalikannya kita oleh Allah untuk menjadi hamba yang fatharaa. Secara harafiah fathara bisa berarti “yang mula-mula diciptakan oleh Allah SWT”, yang mana awal manusia diciptakan pada fitrahnya mempunyai ikatan primordial yang merupakan pengakuan ketuhanan pada-Nya.

Makna inilah yang seharusnya kita dalami dan hayati, kita eksplorkan menjadi makna yang lebih mendalam “kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci, seperti halnya baru saja dilahirkan dari rahim ibu.” Secara bertahap, kelahiran kembali ini berarti seseorang muslim yang selama sebulan melewati ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali ber”islam”. Islam yang suci, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari dosa dan kemaksiatan.

Idul Fitri berarti pula kembali pada naluri kemanusiaan yang murni, kembali pada warna hidup yang lurus, dan kembali dari segala tingkah busuk yang bertolak belakang dari sifat fitrah manusia yang baru dilahirkan. Inilah makna yang seharusnya kita jalani betul.

Maka, menjadi kesalahan besar apabila idul fitri bermakna menang karena telah dibebaskannya untuk makan dan minum lagi, dalam kata lainnya “balas dendam”? Atau untuk berbuat maksiat lagi setelah dilarang dan ditinggalkan pas bulan ramadhan. Kemudian karena ramadhan sudah usai, maka beramai-ramailah kemaksiatan. Inilah yang menjadikan manusia menjadi hamba shaleh musiman. Setahun sekali untuk menjadi hamba yang diridlai-Nya. Padahal kesempatan dan umur hanya Allah yang tahu…  Naudzubillah…

*KHALIFAH GILA?*

Memang betul, Khalifah Umar bin Khathab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali karena Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa.

Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan salat. Dan tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lain yang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahwa Umar bin Kaththab sudah gila?

Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab, merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hampir semua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan, sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara.

Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan salat Jum’at yang lalu, ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khotbahnya, sekonyong-konyong Umar berseru, “Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukit itu, bukit itu!” Jemaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan isi khotbah yang disampaikan. “Wah, khalifah kita benar-benar sudah gila,” gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum salat Jumat hari itu.

Tetapi Abdurrahman tidak mau bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apa sebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya,”Wahai Amirul Mukminin. Mengapa engkau berseru-seru di sela-sela khotbah engkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan?” Umar dengan tenang menjelaskan, “Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkan Suriah, pasukan tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaum pengacau. Tatkala aku sedang berkhotbah, kulihat pasukan itu dikepung musuh dari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankandiri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu, bukit itu, bukit itu!”

Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. “Lalu, mengapa engkau dulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan salat fardhu?” tanya Abdurrahman pula. Umar menjawab, “Aku menangis kalau teringat kebiadabanku sebelum Islam. Aku pernah menguburkan anak perempuanku hidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubikin patung dari tepung gandum, dan kusembah-sembah seperti Tuhan.”

Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belum bisa menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justru lebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau? Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjid tempatnya berkhotbah?

Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Yaitu manakala sariah yang kirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binar meskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas luka yang diderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.

Komandan pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakat Madinah tentang dasyatnya peperangan yang dialami mereka. “Kami dikepung oleh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat. Lawan secara beringas menghantam kami dari berbagai jurusan. Kami sudah luluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat salat Jumat yang seharusnya kami kejakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuah seruan gaib yang tajam dan tegas: “Bukit itu, bukit itu, bukit itu!” Tigakali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya. Serta-merta kami pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itu sebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapi serangn tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan kami.”

Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pula masyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan. Abdurrahman kemudian berkata, “Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahi adat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melacaknya”

Dari buku Kisah Teladan – K.H. Abdurrahman Arroisi

Pertunjukan Akhir

Seorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencari anak ular yang akan dilatih bermain sirkus. Beberapa hari kemudian, ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ular itu dibelitkan pada kakinya. Setelah ular itu menjai besar, dilatih untuk melakukan permainan yang lebih berbahaya, di antaranya membelit tubuh pelatihnya.

Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukan untuk umu. Hari demi hari jumlah penontonnya semakin banyak. Uang yangditerimanya semakin besar. Suatu hari, permainan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih berganti. Semua penonton tidak putus-putusnya bertepuk tangan menyambut setiap pertunjukan. Akhirnya, tibalah acara yang mendebarkan, yaitu permainana ular. Pemain sirkus memerintahkan ular itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa yang diperintahkan. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi sedikit pada tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya.pemain sirkus kesakitan. Oleh karena tu ia lalu memerintahkan agar ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi panik, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengan dari pemain sirkus itu, akhirnya ia meninggal.

Renungan :

Kadang-kadang dosa terlihat tidak membahayakan. Kita merasatiak terganggu dan mampu mengendalikannya. Bahkan kita merasa sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi kenyataannya, apabila dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar dapat melepaskan diri lagi daripadanya.

Sumber: Motivasi net Ir.Andi Muzaki, SH,MT

Bercerminlah Pada Diri Sendiri

Ketika dua cermin saling berhadapan, muncul pantulan yang tak terhingga. Begitulah bila anda mau bercermin pada diri sendiri. Akan anda temukan bayangan yang tak terhingga. Bayangan itu adalah kemampuan yang luar biasa, keterbatasan yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri. Berkacalah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.

Singkirkan cermin diri orang lain. Di sana hanya terlihat kekurangan dan kelemahan anda yang akan memupuk ketidakpuasan saja. Dan ini akan menjerumuskan anda dalam jurang kekecewaan.

Anda bukan oranmg lain. Anda adalah anda yang memiliki jalan keberhasilan sendiri. Mulailah hari ini dengan menatap wajah anda. Carilah bayangan yang tak terhingga itu. Di sana ada kekuatan yang akan membawa anda ke puncak keberhasilan.

Sumber: Motivasi net Ir.Andi Muzaki, SH,MT

Tembok yang Kokoh

Sebuah tembok terdiri dari dua hal, batu bata dan semen. Tanpa keduanya, tidak ada benda yang bernama tembok. Besar ataupun kecil. Batu bata yang tidak isemen, tidak bisa menjadi tembok yang kokoh, dan apalah artinya tembok tanpa kekokohan.

Hal yang serupa juga terdapat dalam hidup kita. Hidup kita terdiri atas waktu dan alasan untuk hidup. Aalah sia-sia bila kita menyusun hidup kita jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun, tanpa menyadari alasan kita hidup. Sama seperti tembok yang terbuat dari batu bata yang tidak disemen. Mudah goyah.

Kokohkah hidup kita bagai tembok yang disemen? Hanya alasan untuk hidup kita yang membedakan antara hidup yang kokoh an yang rontok oleh goncangan. Kita memang tidak bisa menghindari semua goncangan, namun kita selalu bisa menyusun alasan untuk hidup yang kokoh.

Temukan alasan hidup anda hari ini, agar hidup anda bagai tembok yang kokoh, sama seperti ketika anda meletakkan semen di antara batu bata.

(Submitte by Raymond Erwin, raymonde@i…)

Sumber: Motivasi net Ir.Andi Muzaki, SH,MT

Alasan Di Balik Kegagalan

Menjadi cerdas, tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang ana dapat katakan adalah “Saya Tidak tahu”. Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk mengakui ketidaktahuan anda. Dan saat anda melakukannya, anda sedang dalam proses mempelajari jawaban selanjutnya.

Seringkali, karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengaku tahu, padahal kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal.

Bagian penting dari kebijaksanaan adlah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang andatahu, dan apa yang andatidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalh orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang mau bertanya, mau belajar, dan mau bertumbuh.

Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang ana perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang dapat anda tempuh.

Saya Tidak Tahu

Menjadi cerdas, tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang ana dapat katakan adalah “Saya Tidak tahu”. Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk mengakui ketidaktahuan anda. Dan saat anda melakukannya, anda sedang dalam proses mempelajari jawaban selanjutnya.

Seringkali, karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengaku tahu, padahal kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal.

Bagian penting dari kebijaksanaan adlah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang andatahu, dan apa yang andatidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalh orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang mau bertanya, mau belajar, dan mau bertumbuh.

Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang ana perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang dapat anda tempuh.

Lakukanlah yang Terbaik Untuk Dunia

Manusia kadang berlaku tidak wajar , tak masuk akal, dan egois. Nmun cintailah mereka.

Jika kau berbuat kebaikan motif dan ambisimu akan turut dipertanyakan. Namun lakukan kebaikan.

Jika kau meraih kesuksesan teman palsu dan musuh sejatilah yang kau dapatkan. Nmaun, raihlah kesuksesan.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini akan dilupakan esok hari. Namun, berbuatlah.

Kejujuran dan keterusterangan kadang membuatmu mudah diperolok. Nmaun, jujur dan berterusteranglah.

Manusia kadang berpura-pura lemah dan menjadi pengekor mereka yang sukses. Namun berjuanglah bagi merteka yang lemah.

Apa yang kau bangun bertahun-tahun bisa jadi hancur dalam sekejap. Nmun, teruslah berkarya.

Manusia memang butuh pertolongan mungkin malah menyerangmu jika kau bantu. Namun, bantulah mereka.

Lakukan yag terbaik untuk dunia.

(Puisi karya kashif Majeed & Ali Asad Hemani)

Amerika yang Aneh…

Perhatikan, apa yang terjadi pada presiden-presiden AS yang terpilih pada tahun dengan akhiran ”0” dengan kelipatan 20 tahun.

  • 1840 : William Henry Harrison (Tewas di kantor)
  • 1860 :  Abraham Lincoln (Terbunuh)
  • 1880 : James A. Garfield ( Terbunuh)
  • 1900 : William Mc.Kinley (Terbunuh)
  • 1920 : Warren G. Harding (Tewas di kantor)
  • 1940 : Franklin D. Roosevelt (Tewas di kantor)
  • 1960 : John Ford Kennedy (assassinated)
  • 1980 : Ronald Reagan (Tertembak namun berhasil diselamatkan)
  • 2000 : George W. Bush (?)

Kemudian ada semacam keanehan, yang tidak bisa dijelaskan

  • Abraham Lincoln terpilih oleh Congress tahun 1846
  • John F. Kennedy terpilih oleh Congress tahun 1946
  • Abraham Lincoln terpilih menjadi presiden tahun 1980
  • John F. Kennedy terpilih menjadi presiden tahun 1960

Keduanya ditembak pada hari Jum’at, keduanyapun ditembak di kepala.

Nah..yang tambah anehnya lagi…

  • Sekretarisnya Lincoln bernama Kennedy.
  • Sekretarisnya Kennedy bernama Lincoln.

Keduanya dibunuh oleh orang selatan

Keduanya digantikan oleh Orang Selatan bernama Johnson

  • Andrew Johnson, yang menggantikan Lincoln, lahir tahun 1808
  • Lyndon Johnson, yang menggantikan Keenedy, lahir tahun 1908.
  • John Wilkes Booth, yang membunuh Lincoln, lahir tahun 1839.
  • Lee Harvey Oswald, yang membunuh Keenedy, lahir tahun 1939

Yang makin menambah aneh lagi…

  • Lincoln ditembak di theater bernama ”Ford”
  • Keenedy ditembak dalam mobil bermerk ”Lincoln” buatan ”Ford”
  • Seminggu sebelum Lincoln ditembak, ia berada di Monroe, Maryland.
  • Seminggu sebelum Keenedy, ia bersama Marilyn Monroe.

(by:C0nfig)

Sumber: Motivasi net Ir.Andi Muzaki, SH,MT

Tahukah Anda!

Bobby Leech menjadi orang pertama yang dapat lolos dari maut saat terjun dari air terjun Niagara dalam sebuah gentong tahun 1911. Atraksi ini demikian hebat. Ia menjadi sangat terkenal dan berkunjung ke seluruh penjuru untuk menceritakan pengalamannya.

Ketika berada di Selandia Baru, saat ia disambut oleh para penggemarnya, secara tidak sengaja Bobby Leech menginjak kulit pisang an jatuh terpelesaet. Ia kemudian meninggal dunia beberapa waktu kemudian, karea gagar otak.